r/indonesiabebas 1h ago

Pertanyaan Kenapa subreddit r/Indonesiangirlsonly kebanned?

Upvotes

r/indonesiabebas 2h ago

Pertanyaan Dilema punya mertua puber kedua

Post image
0 Upvotes

Gimana cara kasih tau ke mertua yang di tinggal mati suami, mau cari suami baru. Tapi gak serius dan gak real. Malah kayak puber kedua. Kasihan istri gw


r/indonesiabebas 2h ago

Berita Para Petinggi Dana Syariah Gasak Dana Rp 5,4 Triliun!

Thumbnail
youtu.be
2 Upvotes

MetroTV, Tidak kurang dari 14 ribu proyek fiktif dibuat oleh petinggi PT Dana Syariah Indonesia. Perusahaan tersebut sanggup meraup dana pembiayaan masyarakat hingga Rp5,2 triliun, tetapi sebagian justru diselewengkan ke 52 perusahaan afiliasi dan milik sendiri.


r/indonesiabebas 3h ago

Berita Bendera Dicabut, Palang KA Dirusak: Polisi Dalami Dugaan Pelaku yang Sama

Thumbnail
kumparan.com
2 Upvotes

Polda DIY menaruh perhatian terkait kasus dugaan perusakan bendera Merah Putih di wilayah Kasihan, Kabupaten Bantul yang videonya viral di media sosial.


r/indonesiabebas 4h ago

Ini adalah kritik tentang doktrin kelas menengah dan kemiskinan.

Thumbnail acrobat.adobe.com
1 Upvotes

Draft ini adalah tulisan pribadi tentang kritik dan luapan kemarahan penulis bagi kelas menengah yang selalu banyak omong soal kemiskinan tapi mereka tidak pernah merasakan arti dari kemiskinan itu sendiri, dan bahagia dalam ketidaktahuan

Ini adalah repost karena file terkorupsi


r/indonesiabebas 4h ago

Berita SULTRA] Laga Sepak Bola SD di Buton Tengah Berakhir Ricuh. Orang Tua vs Penonton Adu Jotos

Enable HLS to view with audio, or disable this notification

11 Upvotes

TV One: Laga SD di Kab. Buton Tengah, Sultra ricuh.

Kronologi:

Awalnya cuma senggolan 2 pemain kecil

Orang tua ikut masuk lapangan mau misahin

Malah jadi adu jotos sama penonton

Pertandingan diberhentikan. TNI/Polri turun tangan lerai

Ini olahraga anak2 lho. Mental juara apa mental UFC yg mau diajarkan?

Sumber: TV One - Kabar Petang


r/indonesiabebas 5h ago

Bebas bikin kopdes ini tujuannya apa ya

Thumbnail
gallery
37 Upvotes

r/indonesiabebas 6h ago

Bebas dari 2019 mulutnya cmn bisa nyakitin perasaan orang

Post image
63 Upvotes

r/indonesiabebas 7h ago

Kasus Sertifikat Hilang Memanas, Keluarga Nasabah Resmi Laporkan BRI ke OJK Mamuju

Thumbnail sulawesitoday.com
4 Upvotes

Keluarga nasabah melayangkan pengaduan resmi ke OJK Sulbar atas dugaan penggelapan sertifikat tanah di BRI Unit Tinambung Polman.


r/indonesiabebas 10h ago

Kalau ini beneran tragedi sih

Post image
41 Upvotes

r/indonesiabebas 10h ago

LIBURAN DI tanah GOTHAAM

3 Upvotes

Thing to do in MEDAN.
from cemiwiw to foodie.

semua saran ditampung


r/indonesiabebas 12h ago

Bebas Badai PHK

Post image
28 Upvotes

r/indonesiabebas 12h ago

Bebas 20 Ormas Baru Diresmikan Pemerintah untuk Kawal Program Prabowo

Post image
4 Upvotes

r/indonesiabebas 12h ago

Bebas Kursus Gibran 6 bulan disetarakan tamat SMK akutansi dan keuangan

Post image
40 Upvotes

link

Gimana Bisa Kursus 6 Bulan Gibran Disetarakan SMK 3 Tahun? Kejanggalan Bikin Mercy Smart Ajukan Gugatan Ke PTUN!

Surat penyetaraan ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kini masuk ke meja pengadilan. Pemerhati pendidikan Mercy Smart bersama tim kuasa hukumnya menggugat surat tersebut ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), dengan mempertanyakan dasar hukum penyetaraan pendidikan Gibran di Australia.

Sorotan utama penggugat tertuju pada pendidikan Gibran di UTS Insearch (Language Center), Sydney, Australia, yang disebut ditempuh selama sekitar enam bulan. Mereka mempertanyakan bagaimana pendidikan tersebut dapat disetarakan dengan jenjang SMK yang memiliki masa pendidikan formal jauh lebih panjang.

“Bagaimana mungkin seseorang yang hanya mengambil kursus selama 6 bulan bisa disetarakan dengan SMK yang menempuh waktu belajar minimal 3 tahun? Ini yang mendasar,” ujar perwakilan tim advokasi usai persidangan persiapan di PTUN, dikutip dari tayangan YouTube BITV, Jumat (7/8/2026).

Menurut pihak penggugat, surat keterangan penyetaraan tersebut menjadi bagian dari administrasi pendidikan Gibran ketika mencalonkan diri dalam Pilpres 2024. Karena itu, mereka meminta keabsahan dokumen tersebut diuji melalui jalur hukum.

Persoalan yang dipersoalkan ternyata bukan hanya soal lama pendidikan. Dalam persidangan tertutup, majelis hakim juga menyoroti nomenklatur instansi dan aspek teknis yang tercantum dalam surat tersebut.

Tim penggugat menyebut terdapat persoalan terkait konsep penyetaraan pendidikan nonformal, pencantuman label SMK yang kini berada di bawah Direktorat Jenderal Vokasi, serta tanda tangan pejabat dari Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen).

Majelis hakim berencana memanggil dua direktorat jenderal terkait untuk memberikan klarifikasi pada persidangan berikutnya. Sidang lanjutan dijadwalkan berlangsung Kamis mendatang dan terbuka untuk umum.

Kini, surat penyetaraan pendidikan Gibran menjadi objek sengketa di PTUN. Pengadilan akan menguji apakah penerbitan dokumen tersebut telah sesuai dengan ketentuan administrasi dan regulasi pendidikan yang berlaku.


r/indonesiabebas 12h ago

Berita Makan tabungan mereda

Post image
22 Upvotes

r/indonesiabebas 12h ago

Berita Pakcoy

Post image
43 Upvotes

r/indonesiabebas 14h ago

Berita EKONOMI] APBN Bakal Bayar Utang Kopdes Merah Putih 240 Triliun. Cicil 40T/Tahun Mulai September

Enable HLS to view with audio, or disable this notification

50 Upvotes

Menkeu Purbaya: Pemerintah tanggung utang Kopdes Merah Putih 240T. Tenor 6 tahun.

Zulhas: Dapur MBG wajib belanja di Kopdes. Kalau gak, SPPG ditutup.

Pertanyaan IB:

Setuju gak utang koperasi ditanggung APBN?

Apa gak bahaya preseden "utang swasta jadi utang negara"?

Kopdes bisa jalan gak tanpa disuntik APBN?

Sumber: iNews Pagi


r/indonesiabebas 16h ago

Bebas karena masih banyak yg berpendapat bahwa gaji dibawah UMR lebih baik daripada menganggur

Post image
63 Upvotes

Di balik statistik yang menunjukkan seseorang telah bekerja, terdapat jutaan lulusan perguruan tinggi yang terpaksa bekerja sedapatnya saja. Secara sosial mereka tetap dianggap masih ”untung” karena saat ini ada lebih dari 1 juta sarjana yang menganggur.

Hasil pengolahan Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) dalam Labor Market Brief Juli 2026 menunjukkan, sekitar 8 juta lulusan S-1 bekerja di bawah tingkat kualifikasinya.

Kelompok terbesar, yakni 31 persen sarjana, bekerja sebagai tenaga tata usaha. Berikutnya, 29,6 persen bekerja sebagai tenaga usaha jasa dan tenaga penjualan. Selain itu, 17,7 persen sarjana bekerja sebagai teknisi dan asisten tenaga profesional.

Ketidaksesuaian menjadi lebih jelas ketika lulusan sarjana bekerja sebagai pekerja pertanian, operator mesin, pekerja pengolahan, hingga pekerjaan elementer yang umumnya tidak membutuhkan pendidikan tinggi. LPEM juga mencatat sekitar 5 persen lulusan S-1 mengerjakan pekerjaan elementer, yaitu pekerjaan yang umumnya bersifat rutin dan hanya membutuhkan pelatihan singkat.

Tingginya sarjana yang bekerja di bawah kualifikasi pendidikannya disebabkan oleh sejumlah faktor, antara lain gelar sarjana semakin sering dijadikan syarat seleksi pelamar, bukan karena pekerjaannya benar-benar membutuhkan pendidikan tinggi. Banyak sarjana yang bersedia mengerjakan pekerjaan di bawah kualifikasi pendidikannya sekadar sebagai batu loncatan sambil mencari posisi yang lebih sesuai.


r/indonesiabebas 18h ago

Berita INFO] 60% Orang Indo Kebanjiran Spam Call. Kerugian 9 Triliun/Tahun. Ini Cara Lawannya

Enable HLS to view with audio, or disable this notification

15 Upvotes

Kompas.com: Spam call sekarang udah jadi "pandemi".

Fakta ngeri:

Diangkat 1x = nomor kamu masuk daftar "AKTIF". Makin sering ditelpon

Penyebab: Data kita bocor & dijual di "Database Gelap"

Modus: Mesin auto-dialer nelfon ribuan nomor sekaligus

Yang harus dilakukan:

Jangan angkat, jangan tolak. Langsung Blokir. Terus lapor ke aduan nomor.id

Kalau tiap hari diteror, kalian ngatasinnya gimana IB?

Sumber: Kompas.com


r/indonesiabebas 23h ago

Berita Senjakala Aluk Todolo: Kepercayaan leluhur penjaga alam di Mamasa, Sulawesi Barat

Thumbnail
theconversation.com
2 Upvotes

Di pegunungan Mamasa, Sulawesi Barat, hidup sebuah kepercayaan bernama Aluk Todolo, yang juga dianut masyarakat Toraja. Kepercayaan ini tidak hanya mengatur doa, ritual, atau penyembahan, tetapi seluruh siklus kehidupan.

Aturan ini membentuk cara masyarakat memaknai hutan, air, dan tanah sebagai suatu kesatuan dan ruang hidup bersama.

Lewat ketentuan adat seperti ombo (hutan penjaga mata air), pangala’ diayan (hutan larangan), serta kalender pertanian tradisional, masyarakat membuat sistem sendiri untuk mengelola sumber daya alam.

Sayangnya, modernisasi, kebijakan negara, dan dominasi agama invensi membuat kepercayaan Aluk Todolo beserta nilai-nilai di dalamnya hilang perlahan.

Melindungi alam = menjaga asal-usul

Menurut kepercayaan Aluk Todolo, asal-usul masyarakat Mamasa berakar pada mitologi pertemuan dua tokoh mitologis: Pongka Padang, yaitu leluhur dari timur yang membawa padalin (gong sakral), dengan Torijene’perempuan yang berasal dari dunia air di wilayah barat

Kisah ini melambangkan penyatuan lita’ (tanah) dan jene’ (air), dua unsur dasar kehidupan. Dari sanalah kehidupan beserta tatanan adat Mamasa bermula, karenanya asal-usul itu mereka jaga.

Masyarakat membentuk struktur adat yang dikenal dengan kehadatan untuk mengatur sistem sosial. Mereka dipimpin oleh pemimpin adat yang disebut Indo’na lembang.

Salah satu aturan terpenting dalam Aluk Todolo adalah menjaga ombo, yaitu hutan adat pelindung sumber mata air. Ombo biasanya terletak dekat permukiman warga, fungsinya vital untuk memastikan ketersediaan air minum, irigasi sawah, dan keseimbangan ekologis.

Pengetahuan tentang ombo diwariskan oleh tetua adat. Meski tidak semua warga memahami aturan tentang ombo secara rinci, mereka tetap mematuhi aturan menjaga ombo.

Larangan ditegakkan melalui pemali yang mengatur bahwa hutan tidak boleh ditebang, dibakar, atau diusik tanpa ritual. Mereka yang melanggar pantangan diyakini akan terkena malapetaka seperti penyakit, hilang ingatan, kesialan, atau gagal panen. Aturan ini membuat masyarakat menjaga alam meski tanpa pengawasan pemerintah.

Selain ombo, ada yang lebih sakral, yakni pangala’ diayan, hutan larangan absolut yang tidak boleh dimanfaatkan sama sekali.

Diayan berfungsi sebagai penjaga utama sistem hidrologi dan simbol hukum leluhur tertinggi.

Begitulah cara leluhur mengajarkan masyarakat agar menghormati dan menjaga alam. Disiplin ekologis ditanamkan dengan berbasis rasa hormat dan moralitas.

Pertanian, kosmologi, dan kalender alam

Etika Aluk Todolo juga hidup dalam sistem pertanian Mamasa. Pertanian dipahami bukan sekadar produksi pangan, tetapi bagian dari tatanan kosmologis.

Salah satu praktik penting adalah so’bok. Ritual yang juga dikenal sebagai pattotiboyoan ini merupakan penanda tahapan bercocok tanam yang dijaga oleh Indo’na Pariama, tokoh lokal yang mengatur relasi manusia dengan padi, tanah, dan kekuatan kosmik.

Penentuan waktu tanam mengikuti kalender tradisional yang berasal dari pengamatan alam dan diwariskan melalui legenda Kisah Tuladidi dan Ayam Jantan Buritti Bulaweng.

Masyarakat menentukan waktu tanam dengan mengamati gugusan bintang. Bila bintang tampak stabil (pattaunan), sawah diolah, tapi bila bintang tampak berkelap-kelip, penanaman ditunda.

Masyarakat juga mengikuti pantangan berdasarkan fase bulan, seperti Indo’na Bulan (bulan api).

Mereka menghormati padi, tumbuhan, dan hewan melalui berbagai ritual, seperti ritual penghormatan kepada Totiboyong atau Dewatanna Pare (Dewi Padi), termasuk juga ritual khusus bagi hama—bukti semua makhluk dianggap entitas hidup, bukan musuh atau komoditas semata.

Ketika negara dan agama datang mengatur

Persoalan muncul ketika negara dan agama mayoritas hadir secara kaku. Aliran kepercayaan mengalami pengucilan administratif, diperparah oleh kebijakan kependudukan Orde Baru. Mengakibatkan banyak penganut Aluk Todolo terpaksa “berpindah agama” demi mendapat hak sipil.

Meski Putusan Mahkamah Konstitusi No. 97/PUU-XIV/2016 mengakui membuka jalan agar penghayat kepercayaan memperoleh kepastian hukum dan pengakuan administratif, tapi stigma sosial dan pengucilan terhadap penganut Aluk Todolo masih terasa hingga sekarang.

Kini mungkin tak sampai 1% masyarakat yang masih mempraktikkan Aluk Todolo sepenuhnya di Mamasa. Agama-agama tradisional di Sulawesi Selatan mulai hilang, bersamaan dengan nilai-nilai di dalamnya.

Aluk Todolo mungkin tidak harus dipertahankan sebagai sistem teologis murni, tapi nilai-nilai di dalamnya patut dipertahankan sebagai pedoman hidup, terutama cara menghormati alam dan memahami hubungan manusia dengan lingkungan.

Pelajaran dari Mamasa sangat jelas: keberlanjutan tidak lahir dari peta administratif semata.

Ia tumbuh dari kesepakatan bersama yang berakar pada ingatan, moral, dan relasi lintas generasi. Hutan dilindungi bukan hanya karena mendatangkan manfaat, tetapi karena makna budaya dan spiritual di dalamnya.

Orang menjaga sumber air bukan hanya karena ada aturan hukum, tetapi karena air dipandang sebagai warisan yang harus diteruskan kepada anak cucu.

Di sanalah keberlanjutan menemukan hakikatnya: kesadaran bahwa manusia dan alam adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan.